Buat anda yang memang berkecimpung di
dunia tambang tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah
seperti : Settling Pond , Bench , disposal , ROM , fleet dan lain
sebagainya , terutama untuk para pengawas ( Group
leader,foreman,supervisor ataupun superintendent ) yang memang langsung
berhubungan dengan kegiatan penambangan di lapangan ( apakah itu tambang
batubara , emas dan lain sebagainya ).
Namun tidak semua orang yang bekerja di pertambangan mengerti tentang
istilah-istilah seperti diatas..,misalnya : belum tentu seorang mekanik ,
driver atau checker dan lain sebagainya tahu apa artinya ROM ?..betul
kadang dia sering mengerjakan unit yang sedang rusak di ROM,atau seorang
driver sering dumping di ROM,tapi apakah dia tahu artinya ROM
?…jawabannya belum tentu…untuk itu mari kita lihat dan pelajari bersama
beberapa istilah ( terminology ) yang sering digunakan di
tambang…penasaran..?
Istilah – Istilah Tambang ( Mining Terminology )
1. Air-dried basis
: disingkat ADB atau adb, berarti analisis contoh batubara dalam
keadaan kadar kelembaban yang hampir sama dengan kelembaban udara
sekitarnya.
2. AMD : Acid Mine Drainage, Pengaliran air asam tambang (Pengaturan aliran air).
3. Backfill :
Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian
tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai
sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian.
Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan
mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan
tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis
teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak
pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan
disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang
diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan
kerja baru (pekerjaan persiapan).
4. Batter slope : Kemiringan individual slope (kemiringan antara crest dan toe dalam satu slope di daerah galian / timbunan) .
5. BCM : Bank Cubic Meter : volume insitu (di tempat).
6. Bench :
teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau
tambang lainnya ataupun pada pekerjaan pemindahan tanah. Dapat pula
berarti bagian-bagian lapisan batubara yang dipisahkan oleh lapisan
pengotor, misalnya lapisan serpih atau bagia-bagian dari lapisan
batubara yang sudah terkupas, terbagi-bagi karena proses penambahannya.
7. Berm
: semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami.
Lereng yang sengaja dibuat untuk penahan longsor pada tambang terbuka
atau pada penggalian lainnya. Istilah berm sering pula disamakan dengan
teras atau landaian yang dibuat untuk jalan angkut pada tambang terbuka.
Berm dapat juga berarti lapisan tipis batubara yang ditinggalkan
sementara untuk dipakai sebagai landasan kerja untuk pengupasan lapisan
penutup disebelahnya.
8. Bund Wall : Tanggul Pengaman.
9. Coal Expose : Coal yang sudah terbuka / dibuang OB nya.
10. Coal Inventory : Coal yang ada / masih ada dalam tambang dan siap diangkut keluar tambang (ke ROM).
11. Contamination : Tercampurnya coal dengan material lain dari luar : OB, scorea, besi dll .
12. Contour : Garis menghubungkan titik-titik yang sama ketinggiannya.
13. Crest : Sisi atas / kepala slope.
14. Cross Fall : Bentuk normal kem
iringan jalan (cross section) satu atau dua arah.
15. Culvert : Gorong-gorong untuk pengaliran air paritan, creek atau sungai kecil, biasanya terbuat dari plat baja / beton bertulang.
16. Cut Back
: Pemotongan pit dilakukan secara bertahap dengan garis potong sejajar
dengan garis pit design, hal ini biasa dilakukan untuk mengimbangi
stripping ratio pada proses pengerjaan tahap – tahap penambangan (Push
back).
17. Cut & Fill : Galian / potong dan timbun.
18. Cycle time : Waktu edar untuk suatu aktivitas tertentu satu alat.
19. Delay : Waktu hilang yang dapat dikontrol / dibatasi oleh tindakan manusia, seperti : Rest Time, Refueling, Move karena blasting.
20. Dilution : Tercampurnya Ore (Emas) dengan material lain dari luar (waste, dll).
21. Disposal : Tempat pembuangan / penumpukan material tak ” dipakai “ (OB, Sub Soil, Dll).
22. Embankment : Timbunan massal (volume besar) untuk konstruksi.
23. End Wall : Dinding atau batas akhir dari penambangan. Biasanya terdapat diujung daerah penambangan (melintang strike).
24. Fleet : Sekumpulan Armada Produksi. Biasanya terdiri dari Excavator, Truck & alat pendukungnya : Bulldozer, Grader , dll.
25. Floor : Lapisan bagian paling bawah dari batu bara (coal).
26. Free face : Bidang bebas/batas antara material asli dan material yang sudah diambil (bisa coal atau OB).
27. General work : Pekerjaan yang sifatnya umum untuk mensupport pekerjaan tambang misalnya : drainasi, sloping, cleaning, dll).
28. Grade : Kemiringan jalan (%), misalnya 4 %.
29. Grade : Kandungan / kadar mineral berharga dalam bijih ( Ore seperti Emas, grade dengan satuan 4 gr/ ton).
30. Grubbing : Pengumpulan tumbuhan semak / perdu.
31. High wall : Dinding tambang pada sisi kemiringan batu bara terdalam yang terdiri dari slope dan bench.
32. Idle : Waktu hilang karena sebab yang tidak dapat dikontrol manusia, seperti : Hujan, Kabut, dll.
33. Interburden
: lapisan antara, yakni zona (lapisan) tanah/batuan diantara dua atau
lebih lapisan batubara yang jarak tegaknya satu dengan lainnya tidak
jauh. Dapat juga diartikan sebagai lapisan pengotor yang memisahkan
suatu lapisan batubara dengan ketebalan yang layak ditambang. Lapisan
pengotor ini biasanya terdiri dari serpih, lempung, batu pasir, batu
lanau, batu lumpur, batu lempung limonit dan sejenisnya dan mungkin
mengandung lapisan tipis batubara yang tidak layak ditambang (secara
ekonomis).
34. LCM : Loose Cubic Meter : Volume terurai / gembur.
35. Log stock pilling : Area penumpukan kayu batangan / gelondongan (log).
36. Low wall : Dinding tambang pada sisi terdangkal / singkapan ini bisa terbentuk dari floor atau bench/slope.
37. Match Factor
: Angka yang menunjukkan hasil perbandingan antara produksi alat muat
dengan alat angkut yang dilayani. Match = seimbang jika nilainya 1
(satu).
38. Mud Pond : Kolam Penampungan lumpur.
39. NAR
: singkatan dari net as-received, yaitu nilai (kalori) bersih dari
conto batubara yang dianalisis dilaboratorium dan merupakan nilai kalori
gross air dried (lihat GAD) disesuaikan dengan pengurangan unsur
hidrogen.
40. OB :
singkatan dari Over Burden, yaitu lapisan tanah (batuan) yang menutupi
lapisan batubara. sering disingkat dengan O/B.Bila Over Burden telah
digali diangkat dan dibuang disebut waste (limbah).
41. Overall slope : Kemiringan total dari beberapa slope yaitu dari crest tertinggi sampai toe yang paling terdalam.
42. Out Crop : Singkapan batu bara / ujung atas batu bara yang terlihat langsung tanpa ada tanah (material) penutup.
43. Rain : Waktu selama hujan berlangsung.
44. Request Level (RL) : Ketinggian/level/elevasi yang diminta sesuai.
45. Rip Rap : Tempat aliran air yang sengaja dibuat untuk mengalirkan air pada sisi kiri dan kanan jalan.
46. Road drainage : Drainasi atau pengaliran air dari sisi kiri dan kanan jalan.
47. Road maintenance : Perawatan jalan yang meliputi : grading, compacting, water spraying, bund wall, re-seating material surface, perawatan dll.
48. Road pavement : Lapis pengerasan jalan, ini bisa terjadi dari agregate (batuan base/sub base coarse, coarse, surface), aspal atau beton.
49. Roof : Lapisan bagian paling atas batu bara (coal).
50. ROM ( Stock Pile ) : Run Off Mine, Raw Off Mine.
51. Seam :
lapisan batubara dengan kata lain suatu pelapisan tipis bila
dibandingkan dengan tebalnya batuan di sutu wilayah geologi yang dapat
terbagi menjadi 2 atau lebih lapisan dan secara terpisah atau digabung
merupakan endapan batubara yang biasanya layak ditambang. Seam
adakalanya juga berarti lapisan bahan galian mineral logam.
52. Settling Pond : Kolam Pengendapan.
53. Sight distance : Jarak pandang baik pandangan henti sampai dengan pandangan menyiap .
54. Slippery : Wet condition, Waktu yang hilang setelah hujan sampai dengan kering dan dapat beroperasi kembali.
55. Slope :
lereng atau permukaan yang miring (membentuk sudut dengan bidang
datar). Biasanya bentuk kemiringan dari bukaan (permuka) tambang
terbuka. Di dalam geometri tambang terbuka lereng ini mempunyai batasan
(terukur) mengikuti kaidah mekanika batuan (kemantapan lereng) dan
ketentuan pemerintah.
56. Stripping Ratio (SR)
: Perbandingan jumlah volume batuan (OB, waste) yang harus dibongkar
untuk mendapatkan sejumlah (ton) mineral/bahan tambang (Coal – Ore).
Misalnya SR = 1 : 8.
57. Sub Grade : Konstruksi badan jalan dari tanah yang telah memenuhi persyaratan kepadatan tertentu.
58. Sub Soil : Tanah di bawah lapisan Top Soil tetapi diatas OB.
59. Sump :
tempat yang paling rendah (semacam kolam kecil) dalam tambang (tambang
dalam atau tambang terbuka) untuk menampung air dan dari tempat itu air
dipompakan keluar tambang.
60. Super elevasi : Kemiringan badan jalan dari titik tengah (center line) sampai ke sisi terluar jalan.
61. Toe : Sisi bawah / kaki slope.
62. Top Soil : Tanah pucuk yang mengandung “hara” (bahan yang menyuburkan tanah.
63. Underburden : sama dengan seat clay.
64. Waste Dump : Nama lain disposal.
65. Waste : Material-material yang tidak “dipakai”.
66. Water spraying : Penyiraman jalan, biasa dilakukan untuk mengurangi debu atau menjaga kelembaban jalan tertentu.
Dibawah ini ada beberapa gambar yang bisa membantu menjelaskan beberapa istilah – istilah diatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar